Senin, 15 September 2014

Minggu, 14 September 2014

Perusahaan Bisa dikatakan Bobrok, Salah Satunya Karena Serampangan Menerima Karyawan Baru

Kalau kita membaca lowongan kerja pada perusahaan-perusahaan besar dan ternama, pasti kita dapat melihat ada kriteria khusus dalam mengkualifikasi penerimaan calon karyawan baru tersebut. Salah Satu nya pasti jenjang pendidikan kemudian yang tidak kalah penting adalah pengalaman. Disini kita bisa menilai bahwa pendidikan penting tapi pengalaman lebih penting lagi, pelajaran yang kita dapat kan ketika SMK kejuruan atapun kuliah hanya akan di praktekkan dasar-dasar nya saja dalam perusahaan, karena Setiap perusahaan memilki konsep pembukuan yang berbeda-beda, meskipun tetap dasar-dasar administrasinya sama.

Disini HRD ataupun atasan nya lagsung harus jeli dalam mengambil pekerja. Sekarang Saya contoh kan ada perusahaan yang karena kesulitan mendapatkan karyawan yang awet bekerja, dan juga untuk menghemat budget pengeluaran gaji karyawan, HRD/Atasan nya tersebut hanya memberikan persyaratan umum seperti jenjang pendidikan hanya SMA/SMK dan non-pengalaman ataupun pengalaman tidak masalah, kemudian setelah interviuw dan dilihat penampilan nya kalem, maka besok sudah bisa langsung kerja, atau bahkan hari itu juga sudah boleh masuk kerja! See?! setelah beberapa lama kerja, maka akan di beri kan tanggung jawab yang tidak mampu ataupun dipaksa kan ke karyawan baru tersebut, dengan iming-iming gaji naik dan adanya gelar jabatan. Perusahaan tersebut juga tidak menghargai karyawan yang sudah berkerja lama dan  memiliki integritas bagus dalam membantu memajukan perusahaan tersebut, malah posisi karyawan senior ini akan di setarakan dengan karyawan junior nya. Disini kalau si junior memang layak dan memiliki integritas yang sama bagusnya dengan si senior, tentu saja di perbolehkan diberikan posisi yang sama, tapi kebanyakan tidak mungkin karyawan baru bisa langsung bisa menyesuaikan konsep pengoperasiaan suatu perusahaan yang dia tempati.

Lalu apa akibat nya kalau HRD/Atasan tersebut menerapkan sistem standar karyawan baru yang mudah dan enteng ini? Perusahaan tersebut akan kehilangan karyawan senior nya yang sudah sangat mengenal dan memberikan jasa kepada perusahaan tersebut, tinggal lah si junior mendadak mengantikan si senior yang sudah resign. Lalu tidak lama , perusahaan akan kembali ke awal konsep pengoperasiaan perusahaan yang dulu nya sudah maju dan bagus di kelola oleh si senior resign tersebut, bahkan pembukuan mereka makin lama makin kacau dan tidak terkonsep dengan baik.

Salah satu kriteria bagi kita si pencari kerja, harus lah teliti dalam mencari perusahaan yang benar-benar bisa menghargai ke totalitasan pengabdian kita. Bila di perusahaan tersebut memiliki karyawan senior yang sudah lama bekerja, dan bekerja nya juga sangat bagus, maka kita tidak perlu ragu lagi untuk mencap perusahaan tersebut adalah perusahaan yang bagus dan suatu hari nanti akan berkembang dengan pesat.










Kamis, 04 September 2014

Picture Of You, My Mom

Orang Tua adalah gambaran dan cerminan pribadi seorang anak.
Ketika seorang anak telah dewasa dan lepas dari orang tua, seorang anak sudah tidak akan sedekat dulu ketika masih bersama-sama dengan orang tua nya. Apalagi anak tersebut lepas karena urusan pekerjaan di kota/negara lain, target dan fokus nya hanya akan pada karir saja. Hal ini terkadang memicu terjadinya rasa asing akan kedekatan antara anak dan orang tua tersebut. Disini seorang anak harus bisa berpikir lebih dewasa, terkadang orang tua akan membuat sebuah sikap yang egois yang akan membuat si anak menjadi menghindar dikarenakan ke fokusan dalam karir tersebut. Seorang anak harus dituntut lebih sadar akan keinginan orang tua tersebut.

Saya secara pribadi sering kali menelaah akan kedua pribadi ini, pribadi seorang anak dan orang tua nya. Saya yang seorang anak mencoba untuk memahami akan sebuah ke ego nya orang tua, tanpa menyakiti atau pun menghindari beliau, tapi Saya akan mencoba membicarakan semua nya, segala sesuatu yang menjanggal dan menggangu rasa nyaman Saya, akan Saya diskusikan kepadanya. Biasa nya seorang anak yang sudah lepas dari orang tua nya akan lebih banyak menyimpan semua cerita dan aktifitas nya, seorang anak enggan membicarakan apapun pada orang tua nya, ada yang beralasan karena tidak mau membebankan atau membuat cemas orang tua tersebut.

Bagi Saya, boleh-boleh saja tidak membicarakan sesuatu hal yang menurut pribadi itu memang belum saat nya orang tua tahu, tapi hanya sebatas itu, karena untuk hal lain nya kita tetap harus membicarakan segala hal pada beliau, agar mereka bisa menekan sedikit ego nya dan manfaat itu yang bisa kita rasakan nantinya. Kita tetap bisa fokus akan karir dan kehidupan kita diluar dari pengawasan orang tua tanpa kuatir ataupun sampai menghindari orang tua kita sendiri ketika beliau mencoba untuk mencereweti akan hal ini dan itu, maka kita harus tetap sering membicarakan apapun hal tentang kita, dalam cara penyampaian yang baik dan benar.

Setiap manusia pasti memiliki rasa dan pikiran yang egois, mau di kalangan apapun, seorang anak,orang tua,sahabat,teman,atasan,karyawan dll. Tidak ada yang bisa meghindari ke egoisan itu, bahkan orang tua terhadap anak nya sekalipun, tinggal sekarang bagaimana cara kita menyingkapinya agar tetap menjalani hidup ini tanpa beban, ingat masalah itu pasti ada, mau itu dari diri kita ataupun dari orang lain terhadap kita, makanyan setidak nya kita mengurangi masalah itu dengan tidak membuat masalah sendiri. Cintai orang tua tanpa mengorbankan kebebasan dan kenyamanan diri kita sendiri, Mereka tetap lah orang tua yang pada dasarnya sangat mencintai anak nya sendiri.