Jumat, 29 Agustus 2014

Sensitive Feeling it is ...

Banyak penjelasan dan pengertian dari arti dari sebuah kata kesensitifan perasaan/hati manusia, tapi secara pribadi tentu ada penjelasan nya sendiri.

Ketika seseorang menyakitan diri lainnya, secara sengaja atau tidak tetap saja itu sudah terjadi. Dari pengalaman dan analisi sifat manusia, Saya pribadi sangat heran dengan manusia dewasa sekarang, hal sesederhana dalam bersikap saja tidak mampu di lakukan oleh setiap manusia.
Menyakiti orang lain tidak perlu lah ada pengecualian sengaja atau tidak sengaja, karena menurut Saya, selama manusia memakai otak nya dalam bertindak tanpa memakai perasaan/hati maka ada kesengajaan dalam setiap tindakannya yang sudah secara langsung menyakiti orang lain.

Saling menyakiti sudah makanan sehari-hari dewasa ini, bahkan seorang teman atau sahabat sekalipun. Sesuatu yang sangat sederhana seperti menjaga tindakan dan omongan saja sangat maha sulit dilakukan oleh manusia sekarang. Contoh kecil dan sederhana dari pengalaman pribadi, Seorang teman kantor dengan sengaja mengambil ahli kuasa dan tindakan dari pekerjaan orang lain, yang seharunya bukan lah urusan atau tanggung jawab teman kantor tersebut. Coba sekarang kita menghilangkan masalah ke profesionalan dalam pekerjaan tersebut, kalau kita lihat dari segi menolong, Saya rasa pertolongan tersebut hanyalah hiasan untuk menutupi sikap serakah dan seenak nya dalam hak dan tanggung jawab orang lain itu, dan lagi dengan sikap nya teman kantor tersebut, hanya akan membuat orang lain itu akan di pandang rendah oleh yang lainnya, dan beranggapan tidak becus dalam mengurus tanggung jawab nya sendiri. Apakah tindakan teman kantor tersebut di benarkan? yang ada, yang terlihat hanyalah penyakitan persaan orang lain itu sendiri, orang itu yang adalah teman serekan nya dalam kantor. Dan jelas sekali kalau dalam hal keprofesionalan itu sendiri teman kantor tersebut sudah melangar SOP/ tanggung jawab masing-masing setiap pekerja, dalam hal kasus ini, orang lain tersebut masih aktif dikantor, bukanya sedang cuti atau pun tidak ada di kantor.


Tidak ada yang menuntut untuk menjadi pribadi yang sempurna dengan hati seluas samudra dan lain-lain, tapi cukup dengan setiap tindakan yang dilakukan harus diimbangi dengan pikiran dan juga perasaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar