Seorang diri di sebuah kota metropolitan, yang kata orang-orang di luar sana kota dimana sejuta kesenangan dapat di nikmati tapi kalau sebuah tujuan berbeda dari tawaran kesenangan di metropolitan ini adalah semata-mata untuk mencari materi? akan berbeda jadinya.
Ketika kita pindah dan menetap pada sebuah daerah yang tidak kita kenal dan asing dengan peradaban nya, maka masalah yang akan muncul adalah kekuatiran. Kekuatiran akan di tipu atau di bohongi atau pun takut akan terjerumus ke sosialisasi yang buruk. Karena hal itu lah, Saya pribadi menjadi enggan untuk benar-benar kenal dekat dengan orang asing dikota perantauan nya.
Dulu Saya pernah tinggal dibandung selama 1 tahunan lebih, dan Saya cukup menyenangi sifat atau pun peradaban warga di sana. Dimana mereka menjujung tinggi rasa adat-istiadat mereka dalam bentuk bahasa ataupun sifat sopan-santun nya, padahal kota Bandung juga di sebut oleh orang Indonesia sebagai kota metropolitan ke dua. Bagi Saya kota metropolitan hanya Jakarta, dimana warga nya yang bukan warga asli ini bercampur aduk ras dan suku nya. Mungin karena terlalu banyak perbedaan nya, sehingga masing-masing setiap pendatang menjadi enggan untuk saling bergaul satu sama lainnya. Dari situlah Saya melihat, orang-orang Jakarta memliki sifat cuek atau ketidak perdulian dengan semua orang, mereka menjaga diri dan menutup diri untuk memberikan rasa aman dari ketakutan peradaban sifat yang lainnya.
Secara kasat mata memang orang-orang Jakarta ini banyak yang bersosialisasi satu sama lainya, tapi ketika ada kesulitan pribadi maka untuk mencari pertolongan itu akan terasa sulit. Saya pernah mencoba untuk lebih dekat dengan warga Jakarta, mungkin dengan pendekatan yang tulus, akan bisa mengubah persepsi Saya terhadapa warga Jakarta ini. Memang mereka akan mencoba sedikit membuka diri kepada kita (si pendatang/perantau baru), mereka bahkan akan menjadikan kita sebagai teman langsung. Tapi setelah beberapa saat saja kita bergaul dengan mereka, maka kalian akan mengetahui bahwa pertemanan bagi mereka adalah saling memanfaatkan untuk kepentingan pribadi masing-masing dengan cara singkat dan cepat. Teman baru Saya tersebut belum apa-apa sudah berani membuka mulut untuk meminta pinjaman uang, hanya untuk keperluan pribadi keluarga nya. Sungguh niat mereka itu membuat Saya menjadi kasihan, kasihan dalam hal pandangan mereka terhadap sebuah status pertemanan, warga Jakarta yang sangat tidak terdidik. Hal semacam ini sering terjadi, bukan cuman 1 orang saja yang pernah Saya kenal seperti itu, tapi selalu dan jarang sekali kenalan baru yang benar-benar tulus untuk berteman saja.
Dari situ, Saya menjadi binggung apa yang perlu dicari dan apa yang perlu dibanggakan oleh warga Jakarta, selain banyak gedung-gedung yang tinggi dan kelengkapan gaya hidup bersosialisasi yang banyak?
Entah kapan akan di realisaikan info mengenai ibukota yang akan dipindahkan ke Kalimantan itu akan terlaksana, menurut Saya itu lebih bagus, selain kota nya yang luas dan hasil bumi yang masih melimpah, warga di sana sangat lah menjaga peradaban ras dan suka satu sama lainya. Meskipun ada beberapa suku (Cina,Melayu,Dayak dan bugis, dll) tapi kekeluargan selalu ada di sana, bahkan kalau Saya perhatikan, ada beberapa warga nya yang bersuku Jawa sekalipun yang telah lama tinggal di kalimantan tersebut ketularan menciptakan rasa kekeluargaan. Tidak ada lagi yang namanya kamu suku itu kamu ras ini, semua nya menjaga perasaan masing-masing.
Dan setelah Jakarta di tinggal kan oleh pemerintah, jelas akan terlihat kota tersebut tidak akan menjadi apa-apa, dan mungkin saja akan semakin mundur peradabannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar