Ketika seorang manusia dewasa telah menemukan perasaan tersebut, maka selanjutnya mereka akan memulai menyatukan perasaan itu dengan pasangannya melalui sebuah ikatan pernikahan. Seiring dengan berjalannya waktu, segala keadaan dan tantangan cinta tersebut mampu dilalui oleh kedua belah pihak (suami dan istri), tapi ketika waktu telah lama berlalu, perasaan cinta itu perlahan memudar, dari pertama cinta yang membara, menjadi sebuah kasih sayang, kemudian rasa pertemanan, dan terakhir perasaan biasa-biasa saja.
Ada beberapa kasus kejadian untuk masalah tersebut, manusia itu akan memilih berpisah dengan pasangannya ketika dia menemukan kembali cinta membara dengan orang lain. Ada juga yang memilih untuk bertahan, karena alasan tidak ada artinya juga apabila berpisah dengan pasangannya.
Di sini Saya pribadi menjadi ragu dengan pernyataan cinta sejati tersebut. Untuk sebuah panutan pun Saya sendiri belum pernah menemukan yang namanya cinta sejati, apalagi pengalaman pribadi (tentu saja. karena Saya sendiri masih muda dan belum tua ^.^ ) . Orang tua pun telah berpisah secara lahiriah diusia perkawinan mereka yang baru beberapa puluh tahun (anak-anak nya masih remaja), Beliau meninggal di pelukan Bunda. Untuk Kakek-Nenek pun berbeda kasus, Nenek ku sendiri menikah dengan kakek yang pada saat itu berstatus Duda, meskipun mereka sampai akhir hayat hidup tetap bersama, tapi ketika penguburan nya saja di pisah tempat nya, karena keinginan anak tiri nya. Maksud Saya disini, Kakek pada saat itu sudah pernah jatuh cinta dengan nenek istri pertama nya, namun istri nya tersebut telanjur meninggal juga.
Ironis memang, pada pengalaman nyata mengenai yang namanya cinta sejati sepasang manusia dewasa. Ditambah lagi pernyataan orang lain yang mengatakan cinta dapat di peroleh meskipun itu sudah merupakan kesempatan kedua? Apakah yang namanya cinta sejati itu bisa terjadi berulang-ulang selama hidup manusia ? Cinta sejati bagi Saya hanya bisa ditonton di televisi atau pun dibaca di novel-novel dewasa.....
Semoga suata saat saya bisa menemukan bantahan lain mengenai cinta sejati itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar